Ikuti Kami

Keajaiban Istigfar anak kepada Ayahnya

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pergantian Kepengurusan KKG PAI

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Ukhuwah dan kerjasama adalah bagian dari ibadah

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 28 September 2024

Rapat Pemantapan Acara Pentas PAI 2024

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kecintaan terhadap pendidikan agama, rapat pemantapan ini di adakan SDN Periuk 4 guna mempersiapkan penyelenggaraqn acara Pentas PAI nantinya. Acara ini akan diisi dengan berbagai lomba islami yang diikuti oleh sekolah-sekolah di Kecamatan Periuk, di Kota Tangerang.

Tujuan Acara: Acara ini bertujuan untuk:

1. Menumbuhkan semangat berkompetisi di kalangan siswa.
2. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang nilai-nilai Islam.
3. Mempererat tali silaturahmi antar sekolah di Kecamatan Periuk.
Jenis Lomba: Beberapa lomba yang akan dilaksanakan meliputi:

Lomba Cerdas cermat islam
Lomba Ceramah (Dacil)
Lomba Marawis
Lomba Nasyid
Lomba Adzan
Persiapan Acara: Tim panitia telah melakukan persiapan secara matang, termasuk penentuan juri yang berkompeten, pengaturan lokasi, dan penyebaran informasi kepada sekolah-sekolah peserta. Diharapkan semua peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Dengan semangat kebersamaan, kami berharap acara ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh siswa dan masyarakat sekitar. Mari kita sukseskan Pentas PAI ini demi masa depan yang lebih baik!
Pendidikan agama merupakan salah satu pilar penting dalam pengembangan karakter siswa. Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam, SDN Periuk 4 menyelenggarakan acara Pentas PAI yang dipimpin oleh Ustad Dedi. Acara ini bertujuan tidak hanya untuk mengasah kemampuan siswa, tetapi juga untuk memperkuat ukhuwah antar sekolah di Kecamatan Periuk.

Pentas PAI adalah wadah bagi siswa untuk mengekspresikan bakat dan minat mereka dalam bidang agama. Dengan melibatkan berbagai sekolah, acara ini diharapkan dapat menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat dan memotivasi siswa untuk lebih mendalami ajaran Islam. Ustad Dedi, sebagai ketua panitia, memiliki visi yang jelas dalam pelaksanaan acara ini, yaitu menjadikan Pentas PAI sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan.

Persiapan Acara

Persiapan acara Pentas PAI sudah dimulai jauh-jauh hari. Ustad Dedi bersama tim panitia telah merencanakan berbagai jenis lomba, seperti cerdas cermat, pildacil,azan, Nasyid dan Marawis. Setiap lomba dirancang untuk mengasah keterampilan dan pengetahuan siswa. Selain itu, panitia juga melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah peserta agar mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik.

Semangat dan Antusiasme

Semangat yang ditunjukkan oleh Ustad Dedi dan seluruh panitia patut diacungi jempol. Ustad Dedi selalu menekankan pentingnya kerja sama dan komunikasi yang baik dalam tim. Hal ini terlihat dari pertemuan rutin yang dilakukan untuk membahas progres persiapan acara. Antusiasme siswa juga sangat tinggi; mereka tidak sabar untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan juri dan teman-teman dari sekolah lain.

Harapan dan Tujuan

Dengan pelaksanaan Pentas PAI, diharapkan siswa dapat lebih memahami dan mencintai ajaran Islam. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk membangun hubungan yang baik antara sekolah-sekolah di Kecamatan Periuk. Ustad Dedi percaya bahwa melalui kegiatan positif seperti ini, siswa akan lebih termotivasi untuk belajar dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup

Pentas PAI yang dipimpin oleh Ustad Dedi di SDN Periuk 4 merupakan langkah penting dalam pemantapan pendidikan agama di kalangan siswa. Dengan semangat yang tinggi dan persiapan yang matang, acara ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga menjadi momen berharga yang dapat mempererat ukhuwah dan membentuk karakter siswa. Mari kita dukung acara ini untuk mencapai keberhasilan yang gemilang!



Kamis, 26 September 2024

keindahan Bersyukur


**Bersyukur atas Nikmat: Sebuah Pengingat**

Rasa syukur adalah cermin bagi hati,  
Menunjukkan betapa kita menghargai setiap berkah,  
Seperti air sungai yang mengalir deras,  
Ia mengingatkan kita akan pentingnya keikhlasan.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an:  
**وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ**  
*(“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan: ‘Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu; tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”) - (QS. Ibrahim: 7)*

Ayat ini mengisyaratkan bahwa bersyukur adalah pintu menuju keberkahan. Dengan bersyukur, kita akan merasakan nikmat yang berlipat ganda, sementara ingkar akan membawa kita pada kesengsaraan.

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan kita tentang pentingnya rasa syukur. Beliau bersabda:  
**أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهِ السُّرُورُ تُدْخَلُهُ عَلَى قَلْبِ الْمُؤْمِنِ**  
*(“Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah kegembiraan yang engkau masukkan ke dalam hati orang beriman.”) - (HR. Ahmad)*

Kata-kata ini menekankan betapa syukur membawa kebahagiaan dan kedamaian dalam hati. Setiap detik kehidupan, setiap hembusan napas, adalah sebuah nikmat yang patut kita syukuri.

Hidup ini adalah perpaduan antara suka dan duka. Namun, bersyukur adalah kunci untuk melihat keindahan dalam setiap hal. Dalam setiap cobaan pun tersimpan hikmah,  
Seperti firman Allah dalam Surah Al-Baqarah:  
**وَءَاتَىٰهُمْ مَّا يُحِبُّونَ**  
*(“Dan Dia memberikan kepada mereka apa yang mereka cintai.”) - (QS. Al-Baqarah: 200)*

Mengutip semua ini, mari kita ingat untuk selalu bersyukur atas setiap nikmat yang Allah berikan. Teruslah ucapkan syukur, ke manapun kita melangkah, agar jiwa kita selalu dipenuhi dengan rasa syukur dan cinta kepada-Nya.

**Sebagai penutup, ingatlah:**  
Bersyukur adalah tugas mulia,  
Menjadikan kita lebih dekat pada-Nya,  
Dengan hati yang penuh syukur,  
Kita akan menemukan kedamaian abadi.

Semoga kata-kata ini bisa menginspirasi Anda dan membawa kepada lebih banyak rasa syukur dalam hidup!

Kamis, 19 September 2024

Pendidikan Agama Islam: Tolak Ukur Kemajuan Bangsa

Pendidikan agama Islam merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan karakter dan moral masyarakat. Dalam konteks bangsa yang majemuk seperti Indonesia, pendidikan agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai pengajaran ajaran agama, tetapi juga sebagai tolak ukur kemajuan bangsa. Dalam tulisan ini, kita akan membahas bagaimana pendidikan agama Islam dapat menjadi indikator kemajuan suatu bangsa melalui pembentukan karakter, nilai-nilai sosial, dan kontribusi terhadap pembangunan nasional.

▎1. Pembentukan Karakter Bangsa

Karakter bangsa adalah cerminan dari perilaku dan sikap masyarakatnya. Pendidikan agama Islam memberikan fondasi yang kuat dalam pembentukan karakter individu melalui ajaran-ajaran yang menekankan kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang berintegritas. Sebuah bangsa yang memiliki masyarakat dengan karakter yang baik akan lebih mampu menghadapi tantangan dan permasalahan yang ada.

▎Contoh:
Di negara-negara yang menerapkan pendidikan agama dengan baik, sering kali kita melihat tingkat korupsi yang lebih rendah dan masyarakat yang lebih patuh pada hukum. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan agama dapat menjadi alat untuk menciptakan masyarakat yang beretika.

▎2. Penguatan Nilai-Nilai Sosial

Pendidikan agama Islam juga berperan dalam membangun nilai-nilai sosial seperti toleransi, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Dalam ajaran Islam, umat diajarkan untuk saling menghormati, membantu, dan berbagi dengan orang lain. Nilai-nilai ini sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan bersatu.

▎Contoh:
Ketika masyarakat memiliki kesadaran sosial yang tinggi, mereka akan lebih aktif dalam kegiatan sosial, seperti bakti sosial, penggalangan dana untuk korban bencana, atau program pemberdayaan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan agama dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan.

▎3. Kontribusi terhadap Pembangunan Ekonomi

Pendidikan agama Islam juga memberikan panduan etika dalam dunia bisnis dan ekonomi. Prinsip-prinsip seperti kejujuran dalam transaksi, larangan riba, dan tanggung jawab sosial perusahaan merupakan bagian dari ajaran Islam yang harus diterapkan dalam dunia usaha. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, masyarakat akan mampu menciptakan ekonomi yang berkelanjutan dan adil.

▎Contoh:
Di beberapa negara dengan mayoritas Muslim, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam, penerapan prinsip syariah dalam ekonomi telah berhasil menciptakan sistem keuangan yang stabil dan inklusif. Ini menunjukkan bahwa pendidikan agama dapat menjadi pendorong bagi kemajuan ekonomi.

▎4. Meningkatkan Kesadaran Politik

Pendidikan agama Islam juga berperan dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat. Melalui pemahaman ajaran Islam tentang keadilan dan kepemimpinan, individu akan lebih memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara. Pendidikan agama dapat membentuk masyarakat yang kritis dan peduli terhadap isu-isu politik.

▎Contoh:
Masyarakat yang memiliki kesadaran politik yang baik cenderung lebih aktif dalam pemilu dan partisipasi dalam proses demokrasi. Mereka akan memilih pemimpin yang memiliki integritas dan komitmen terhadap kesejahteraan rakyat.

▎Kesimpulan

Pendidikan agama Islam bukan hanya sekadar pengajaran tentang ajaran agama, tetapi juga merupakan tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Melalui pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai sosial, kontribusi terhadap pembangunan ekonomi, serta peningkatan kesadaran politik, pendidikan agama dapat menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan. Oleh karena itu, penting bagi setiap elemen masyarakat untuk mendukung pendidikan agama Islam sebagai bagian integral dari pembangunan bangsa demi masa depan yang lebih baik.

Pentingnya Islam dalam kehidupan

▎Pentingnya Pendidikan Agama Islam dalam Kehidupan Bernegara

Pendidikan agama Islam memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, terutama di negara dengan mayoritas penduduk Muslim seperti Indonesia. Pendidikan agama tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk memahami ajaran Islam, tetapi juga membentuk karakter, moral, dan etika individu yang berkontribusi pada pembangunan masyarakat dan negara. Dalam konteks ini, pendidikan agama Islam menjadi landasan bagi terciptanya masyarakat yang berakhlak mulia dan berkeadilan.

▎1. Pembentukan Karakter dan Moral

Pendidikan agama Islam mengajarkan nilai-nilai moral dan etika yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pengajaran Al-Qur'an dan Hadis, individu diajarkan untuk memiliki sikap jujur, adil, dan bertanggung jawab. Karakter yang baik ini sangat diperlukan dalam kehidupan bernegara, di mana setiap individu dituntut untuk berkontribusi positif terhadap masyarakat dan negara. Dengan karakter yang kuat, individu akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan sosial yang ada.

▎2. Pembangunan Toleransi dan Kerukunan

Dalam konteks kehidupan bernegara, pendidikan agama Islam juga berperan dalam membangun toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Islam mengajarkan pentingnya menghormati perbedaan dan menjalin hubungan baik dengan sesama, terlepas dari latar belakang agama atau budaya. Dengan pendidikan yang menekankan nilai-nilai toleransi, masyarakat akan lebih mudah hidup berdampingan secara harmonis, yang pada gilirannya akan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

▎3. Ketaatan terhadap Hukum dan Peraturan

Pendidikan agama Islam juga menanamkan rasa ketaatan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. Dalam Islam, ketaatan kepada pemimpin dan hukum merupakan bagian dari ajaran yang harus dijunjung tinggi. Hal ini penting untuk menciptakan masyarakat yang tertib dan disiplin, sehingga proses pembangunan negara dapat berjalan dengan baik. Dengan demikian, pendidikan agama Islam dapat menjadi pendorong bagi individu untuk mematuhi hukum dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa.

▎4. Kesadaran Sosial dan Kemanusiaan

Pendidikan agama Islam juga mengajarkan pentingnya kepedulian terhadap sesama. Konsep zakat, sedekah, dan infaq merupakan bagian dari ajaran Islam yang mendorong individu untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Kesadaran sosial ini sangat penting dalam kehidupan bernegara, karena dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pendidikan agama yang baik, individu akan lebih peka terhadap masalah sosial dan berusaha untuk memberikan solusi.

▎5. Peran dalam Pembangunan Ekonomi

Dalam konteks ekonomi, pendidikan agama Islam juga memberikan panduan tentang etika bisnis dan keuangan. Prinsip-prinsip seperti kejujuran dalam transaksi, larangan riba, dan tanggung jawab sosial perusahaan merupakan bagian dari ajaran Islam yang harus diterapkan dalam dunia usaha. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, masyarakat akan mampu menciptakan ekonomi yang berkelanjutan dan adil.

▎Kesimpulan

Pendidikan agama Islam memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara. Melalui pembentukan karakter yang baik, pembangunan toleransi, ketaatan terhadap hukum, kesadaran sosial, serta etika dalam perekonomian, pendidikan agama dapat menjadi landasan bagi terciptanya masyarakat yang harmonis dan sejahtera. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu dan lembaga pendidikan untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam proses pembelajaran agar dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dalam menjalani kehidupan bernegara.

Senin, 04 September 2023

DOKUMENTASI KKG PAI PERIUK BULAN AGUSTUS 2023


 KEGIATAN PEMBINAN KURMER DAN MUKER DI PONPES TAHFIDZ AR RAHMAH CI MONE

Pembinaan KURMER dan RAKER KKG PAI Periuk Kota Tangerang

 

30 Agustus 2023 menjadi awal pertemuan KKG PAI secara langsung semenjak Korona dua tahun yang lalu, pada kesempatan kali ini KKG PAI 
periuk Kota tangerang menyelenggarakan Pembinaan Kurikulum Merdeka yang digelar di PONPES TAHFIDZ RA RAHMAH Cimone yang diisi oleh H. Hamjah , S.Pdi,  MM.Pd selaku pemateri yang sekaligus sebagai pengawas PAI di tiga kecamatan yang salah satunya adalah Periuk, serta H. Mamam S.Pdi, MM.Pd  Motivator dan Pengamat pendidikan tingkat nasional. Hadir pula pada kesempatan tersebut Ketua PGRI Kec Periuk H. Lili Jajuli, S.Pdi, M.Pd dan Korwil periuk
    Pada acara tersebut banyak hal yang diperoleh, bahkan tak sedikit pencerahan-pencerahan yang diteima oleh peserta hari itu, H. Abdul Mukti, SPdi selaku ketua KKG PAI mengatakan bahwa kegiatan tersebut dimaksudkan agar para guru pendidikan Agama Islam mampu tampil sebagai leader dalam kurikulum merdeka dan mampum menjadi uswatun hasanah dalam pengajaran, sehingga tercipta harmonisasi yang baik dilingkungan sekolah, sebagaimana di harapkan oleh Kurikulum Merdeka.
    Acara pembinaan yang dimulai jam 08.30 hingga 12.30, menjadi titik balik bagi KKG Periuk untuk mampu menjadi yang terbaik dibidang pendidikan dan terdepan dalam kedisiplinan.

Pada acara lanjutan tersebut KKG PAI Periuk juga menggelar MUKER yang membahas visi dan misi kedepan KKG PAI , dimana pada kesempatan itu tebentuk sebuah rumusan kerja baru pada masing-masing seksi yang ada, apa saja misi dan progam kerja KKG PAI kedepannya , kita tunggu kabar selanjutnya...







































Kamis, 23 Februari 2023

PEMBINAAN KKG 3 KECAMATAN JATI UWUNG, PERIUK DAN CIBODAS





 Jumat 24 Februari 2023 KKG PAI di tiga kecamatan mengadakan musyawarah dan pembinaan secara berbarengan di SDN Gembor kecamatan Periuk, adapun 3 KKG tersebut adalah KKG Kecamatan Periuk, KKG kecamatan Jati Uwung dan KKG Kecamatam Cibodas, hadir dalam kesempatan pembinaan itu Ibu Kasi Hj. Umroh,Spd, MM beseta staf nya, Bapak Pengawas PAI Bapak Hamjah, S.Pd, M.Pd, dan ketua KKG di masing-masing kecamatan yang hadir.
Banyak hal yang disampaikan pada kesempatan pembinaan tersebut, diantaranya :
  1. Perlunya Guru agama menjadi Leader dalam proses pembinaan akhlaq generasi bangsa
  2. Guru Agama harus mampu menjadi pribadi yang baik, yang dapat dijadikan contoh dalam pengajaran dan kedisiplinan 
  3. Guru Agama harus dan wajib memberikan nuansa baru dalam pendidikan Agama , sehingga tidak membosankan dan monoton dalam penyampaian materi.
  4. saatnya menjadi guru yang profesional yang jauh dari penyakit Kudis ( Kurang Disiplin), Kurap ( Kurang Rapi) dan terhindar dari penyakit TBC ( Tak Bisa Computer)
dalam kesempatan lainnya juga turut disampaikan oleh Ibu Kasi akan pentingnya menjadi pribadi yang mampu berinovasi, mandiri serta terdepan dalam lingkungan kerja, sehingga guru agama tidak lagi dicap sebagai guru pemalas dan guru yang tak memiliki tanggung jawab. Guru Agama harus mampu mendisiplinkan diri ditengah keterpurukannya menghadapi pengangkatan P3K yang belum terealisai seperti di harapkan.


diharapkan dengan pembinaan ini dapat lebih mematangkan kepribadian Guru PAI dan mampu menjalin silaturahmi yang lebih baik lagi antara Kelompok Kerja Guru di dilingkungan PECIWUNG ( Periuk, Cibodas dan Jati Uwung)
 


Rabu, 22 Februari 2023

PERAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK GENERASI ISLAM

 

Oleh: Mln. Dian Kamiludin Achmad

Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa anak keturunan kita saat ini mungkin ada yang masih balita, PAUD, TK, SD, SMP, SMU bahkan di Perguruan Tinggi, sesungguhnya mereka itu adalah harta dan asset berharga Jemaat di masa mendatang.

Namun semua itu tidak terjadi begitu saja, perlu adanya doa, usaha dan perjuangan dari kita semua sebagai orang tua. Semua itu dapat terwujud kalau dalam diri orang tua pun ada niat dan semangat yang kuat untuk menjadikan anak keturunan kita sebagai regenerasi/penerus terbaik Jemaat.

Jika kita simak dari ayat di atas, bahwa Allah Taala bermaksud: Wahai orang mukmin, kewajiban engkau bukan hanya memikirkan diri sendiri supaya menjadi orang yang saleh, melainkan engkau berkewajiban juga menjaga keluarga engkau dari bahaya terjerumus ke dalam api.

Di dalam ayat tersebut Allah Taala telah berfirman kepada para orang tua agar senantiasa waspada dan kita hendaknya jangan berusaha hanya membuat diri kita sendiri orang saleh, melainkan harus pula memperhatikan serta membimbing keluarga kita terutama anak-anak kita dari api neraka dengan jalan menata tarbiyyat/pendidikan agama dan akhlak dengan sebaik-baiknya.

Oleh karena itu, kaum muslimin diharuskan juga memelihara akhlak dan sopan-santun mereka ini, karena perilaku mereka ini sedikit banyaknya memberi dampak kepada anak-anak pada khususnya dan seluruh keluarga pada umumnya.

Jelasnya, tanggung jawab ini dapat dilaksanakan melalui tiga cara: pertama, memelihara agama dan akhlak keluarga khususnya anak-anak; kedua, senantiasa memberi nasihat-nasihat; ketiga, menjauhkan mereka dari pergaulan yang buruk.

Di dunia ini, setiap orang baik laki-laki maupun perempuan apabila sudah menikah maka keinginannya adalah padanya ada keturunan, dan keturunan yang sehat yang akan menjaga perniagaannya. Yang akan mengawasi hartanya. Kalau ia orang kaya ia ingin supaya anaknya setelah besar nanti menjaga perniagaannya kalau dia miskin adalah keinginannya bahwa setelah  putranya besar nanti akan menjadi pelindungnya, akan tetapi ada juga golongan seperti ini yang menginginkan yaitu kalau putranya sudah besar, ia akan mendahulukan agama diatas kepentingan dunia, inilah keinginannya yakni agamanya senantiasa berada di atas kepentingan dunia. Dan golongan ini di zaman sekarang adalah golongan orang tua Ahmadi yang senantiasa menginginkan keturunan kami menjadi khadim agama dan orang yang dekat dengan Allah Taala.

Inilah keinginan dan semangat yang sebelum  si ibu melahirkan anaknya ia siap untuk mewakafkan anak keturunannya untuk agama, dan semangat inilah yang berjalan terus untuk masa-masa yang akan datang dalam keturunan Ahmadiyah dan golongan Ahmadiyah ini terus mendapatkan kemajuan siang dan malam dan terus bertambah maju kedepan dan dalam menyempurnakan misi ini, ibu-ibu Ahmadi dengan diam-diam terus menerus memberikan tarbiyyat yang berharga untuk anaknya.

Hal ini merupakan pengamalan dari cara pertama dalam hal tanggung jawab tersebut, bahwa sebagai orang tua hal pertama yang diniatkan dalam memiliki keturunan adalah agar anak-anak kita baik dalam rohani dan agamanya. Jadi sejak dalam kandungan pun sudah mendapat pemeliharaan dari segi rohani dan akhlak yang dicontohkan dulu oleh orang tuanya.

Sambil menjelaskan hakikat memberikan tarbiyyat pada anak keturunan, Hadhrat Masih Mauud as bersabda, Kalau seseorang berkata bahwa, Aku menginginkan anak saleh, yang takut pada Tuhan, pengkhidmat agama, maka perkataan ini hanyalah merupakan pendakwaannya saja. Sebelum ia memperbaiki keadaaan dirinya sendiri.

Cara kedua sebagai bentuk tanggung jawab tersebut adalah dengan cara di atas, senantiasa memberikan nasihat-nasihat yang dibarengi dengan amalan kita sebagai orang tua. Dalam memberikan contoh amalan dari nasihat kita tersebut agar lebih difahami dan mengena kepada mereka.

Sebagaimana Hadhrat Khalifatul Masih V atba bersabda, Untuk tarbiyyat memperbaiki akidah dan memperbaiki akhlak adalah hal yang sangat penting. Perlu menciptakan perasaan dalam diri anak-anak bahwa agama lebih utama dari dunia. Jika orang tua tidak berakhlak baik maka anak pun tidak akan berakhlak. Jadi, menciptakan kemampuan membedakan buruk dan baik di dalam diri anak juga merupakan tanggung jawab orang tua.

Maksud dari ayat tersebut adalah carilah pergaulan dengan orang-orang saleh dan ikutilah jejak mereka supaya senantiasa dapat berada pada jalan lurus. Di dalam diri hamba-hamba yang dekat kepada Allah terkandung semacam daya listrik; mereka dianugerahi daya tarik dan kekuatan magnetis.

Jadi cara ketiga sebagai bentuk tanggung jawab kita adalah menjaga pergaulan anak-anak kita, agar terjaga dari pengaruh pergaulan buruk. Untuk itu kuasailah kecintaan kepada anak-anak dengan kecintaan pada Tuhan, yaitu dekatkan anak-anak kita kepada masjid dan kegiatan-kegiatan Jemaat.

Bersamaan dengan usaha-usaha ini, doa harus dipanjatkan. Sebab, di setiap sudut ada bahaya setan. Oleh karena itu, untuk menyelamatkan anak dan tarbiyyat anak, doa adalah tiang pertama.

Dalam menafsirkan  surat Ibrahim ayat 36 yang berbunyi:

36. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.

Hadhrat Khalifatul Masih Tsani ra bersabda,Kecintaan Ilahi merupakan muzahirah yang sedemikian suci. Hadhrat Ibrahim as bersabda :Kalaulah anak-anakku tidak menyekutukan Allah Taala, maka berarti mereka adalah anak saya, tapi kalau mereka menyekutukan Allah Taala, berarti mereka bukan anak saya.

Banyak sekali dosa-dosa yang disebabkan oleh kecintaan pada anak-anak. Hadhrat Ibrahim as mengajarkan pada kita bahwa kecintaan terhadap anak hendaknya sampai batas tertentu, sehingga jangan sampai anak menjadi rusak karenanya. Seyogyanya kecintaan yang bisa menghancurkan anak-anak itu bukanlah kecintaan, tetapi itu adalah permusuhan.

Walaupun kita sudah berupaya, tapi anak tidak (berubah) menjadi baik, maka pada satu waktu perlu juga untuk memutuskan hubungan (qatla taalluq: didiamkan-Pent) dengannya. Karena ketika mereka mengetahui bahwa orang tua kita menyembunyikan kesalahan kita, maka mereka sedang melangkah pada jalan yang salah, tapi ketika mereka tahu bahwa adanya pengawasan yang sesuai terhadap kesalahan-kesalahan kita, maka hal itu akan menjadikan islah bagi anak anak. Untuk itu kuasailah kecintaan kepada anak anak dengan kecintaan pada Tuhan.

Jadi Hadhrat Ibrahim as berdoa, pertama tama selamatkanlah anak-anakku dari syirik tapi kalau diantara mereka ada yang bertentangan dengan cara-cara ku, maka aku akan mengatakan padanya bahwa mereka bukan anak saya,  tapi karena Engkau adalah Maha Pemaaf dan Maha Pengasih, karena itu aku berharap, ampunilah dosa-dosa mereka. ciptakanlah selalu sarana-sarana untuk kemajuannya.

Kemarahan terhadap anak tidak berarti bahwa keraskanlah hati kepada mereka, tapi hukuman secara zahiri ada, meskipun demikian hendaknya hati tetap selalu berdoa bagi mereka, dan perhatikanlah selalu ishlah (perbaikan) bagi mereka.

Semoga kita semua mendapatkan taufik dan hidayah dari Allah Taala untuk menjadikan keturunan kita sebagai generasi terbaik Jemaat di masa depan. Aamiin.