Ikuti Kami

Keajaiban Istigfar anak kepada Ayahnya

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pergantian Kepengurusan KKG PAI

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Ukhuwah dan kerjasama adalah bagian dari ibadah

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 08 Maret 2019

UKHUWAH SEBAGAIMEDIA PEMERSATU UMMAT

UKHUWAH adalah satu konsepsi Islam yang menyatakan bahwa setiap Muslim dengan Muslim lain hakikatnya ialah bersaudara. Banyak ayat Al-Qur’an maupun hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam yang menjadi landasan konsep ini. Bahkan dalam beberapa keterangan kerap sekali kata “ukhuwah” atau turunannya digandengkan dengan kata “iman”, “Islam” atau “mukmin”.
Hal ini mengindikasikan bahwa ukhuwah merupakan salah satu parameter utama keimanan dan keislaman seseorang.
Ukhuwah merupakan salah satu dari tiga unsur kekuatan yang menjadi karakteristik masyarakat Islam di zaman Rasulullah , yakni pertama, kekuatan iman dan aqidah. Kedua, kekuatan ukhuwah dan ikatan hati. Ketiga, kekuatan kepemimpinan dan senjata.
Dengan tiga kekuatan ini, Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam. membangun masyarakat ideal, memperluas Islam, mengangkat tinggi bendera tauhid, dan mengeksiskan umat Islam di muka dunia kurang dari setengah abad.
Buku-buku sejarah menceritakan kepada kita bahwa kaum Anshar sangat bahagia menerima tamu Muhajirin, hingga mereka berlomba-lomba untuk dapat menerima setiap sahabat Muhajirin yang sampai di Yatsrib (Madinah). Karena para Anshar saling bersaing dan berlomba untuk dapat menerima sahabat Muhajirin hingga mereka harus diundi untuk menentukan siapa yang menang dan dapat giliran menerima tamu Muhajirin. Ini sungguh terjadi hingga disebutkan bahwa tidaklah seorang Muhajirin bertamu ke Anshar kecuali dengan undian.
Mungkin kita akan berdecak kagum dengan sikap unik para sahabat Anshar ini yang kita tidak mampu berbuat seperti mereka, mungkin kita juga bertanya apa yang membuat mereka bisa sampai seperti itu, tindakan mereka di luar batas kemampuan manusia?
Al-Quran telah menjawab pertanyaan-pertanyaan kagum kita, Al-Quran telah menjelaskan rahasia yang mendorong para Anshar melakukan itsar luar biasa walaupun keadaan mereka yang sangat fakir dan juga sangat membutuhkan. Allah SWT berfirman memuji mereka:
والذين تبوءوا الدار والإيمان من قبلهم يحبون من هاجر إليهم ولايجدون في صدورهم حاجة مما أوتوا ويؤثرون على أنفسهم ولو كان بهم خصاصة.. (الحشر: 9).
“Dan orang-orang (Anshar) yang telah menempati kota Madinah dan menempati keimanan (beriman) sebelum kedatangan mereka (Muhajirin), mereka (Anshar) mencintai orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshar) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin) dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan.” (QS. Al-Hasyr: 9)
Ukhuwah, taakhi, cinta, dan itsar sejatinya syarat kebangkitan dan kemenangan, itulah strategi pertama yang ditempuh oleh Rasullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam dengan mempersaudarakan sahabat Anshar dan Muhajirin dan membangun masjid tempat membina persaudaraan dan persatuan kaum Muslimin.
Risalah ini juga dilanjutkan Imam Syahid Hasan Al-Banna dalam membangun komunitas dan gerakan yang kuat, menjadikan persatuan sebagai senjata, dan taaruf saling mengenal sebagai asas dakwah.
Ukhuwah tak bisa dibeli dengan apa pun. Tapi ia diperoleh dari penyatuan antara ikatan hati dan hati serta karakteristik istimewa dari seorang mukmin yang shaliih. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:
المؤمن إلف مألوف، ولا خير فيمن لا يألف ولا يؤلف
“Seorang mukmin itu hidup rukun. Tak ada kebaikan bagi yang tidak hidup rukun dan harmonis.”
Ukhuwah juga membangun umat yang kokoh. Ia adalah bangunan maknawi yang mampu menyatukan masyarakat mana pun. Ia lebih kuat dari bangunan materi, yang suatu saat bisa saja hancur diterpa badai atau ditelan masa. Sedangkan bangunan ukhuwah Islamiyah akat tetap kokoh. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:
المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضًا
“Mukmin satu sama lainnya bagaikan bangunan yang sebagiannya mengokohkan bagian lainnya.” (HR. Bukhari)
Beda Ijtihad, Utamakan Ukhuwah
Halim Mahmud menuliskan dalam bukunya yang berjudul Fiqh Al-Ukhuwah fi Al-Islami, “Orang-orang yang berukhuwah dalam Islam harus saling mengokohkan kekuatan satu sama lain dalam skala dunia Islam dengan melakukan perencanaan, koordinasi, dan segala persiapan yang mesti dilakukan. Kemenangan itu tidak lain hanyalah dari sisi Allah. Dia akan menolong dan memenangkan siapa saja yang di kehendaki-Nya. Dia Maha Perkasa lagi Penyayang.”
Keutamaan Ukhuwah Islamiyah
Dari ukhuwah Islamiyah lahir banyak keutamaan, pahala, dampak positif pada masyarakat dalam menyatukan hati, menyamakan kata, dan merapatkan barisan. Orang-orang yang terikat dengan ukhuwah Islamiyah memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
  1. Mereka merasakan buah dari lezatnya iman. Sedangkan selain mereka, tidak merasakannya. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:
ثلاثة من كن فيه وجد بهن حلاوة الإيمان: أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما، وأن يحب المرء لا يحبه إلا الله، وأن يكره أن يعود إلى الكفر بعد أن أنقذه الله منه كما يكره أن يُقذف في النار
Ada tiga golongan yang dapat merasakan manisnya iman: orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari mencintai dirinya sendiri, mencintai seseorang karena Allah, dan ia benci kembali pada kekafiran sebagaimana ia benci jika ia dicampakkan ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari)
  1. Mereka berada dalam naungan cinta Allah, Di akhirat Allah SWT berfirman,
أين المُتحابُّون بجلالي، اليومُ أُظِلُّهم في ظلي يوم لا ظلَّ إلا ظِلي
“Di mana orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, maka hari ini aku akan menaungi mereka dengan naungan yang tidak ada naungan kecuali naunganku.” (HR. Muslim).
Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam. bersabda,
إن رجلاً زار أخًا له في قرية أخرى، فأرصد الله تعالى على مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا، فلما أتى عليه، قال: أين تريد؟ قال: أريد أخًا لي في هذه القرية، قال: هل لك من نعمة تَرُبُّها عليه؟ قال: لا، غير أنني أحببته في الله تعالى، قال: فإني رسول الله إليك أخبرك بأن الله قد أحبَّك كما أحببْتَه فيه
“Ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di sebuah desa. Di tengah perjalanan, Allah mengutus malaikat-Nya. Ketika berjumpa, malaikat bertanya, “Mau kemana?” Orang tersebut menjawab, “Saya mau mengunjungi saudara di desa ini.” Malaikat bertanya, “Apakah kau ingin mendapatkan sesuatu keuntungan darinya?” Ia menjawab, “Tidak. Aku mengunjunginya hanya karena aku mencintainya karena Allah.” Malaikat pun berkata, “Sungguh utusan Allah yang diutus padamu memberi kabar untukmu, bahwa Allah telah mencintaimu, sebagaimana kau mencintai saudaramu karena-Nya.” (HR. Muslim)
  1. Mereka adalah ahli Syurga di akhirat kelak. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda,
من عاد مريضًا، أو زار أخًا له في الله؛ ناداه منادٍ بأنْ طِبْتَ وطاب مَمْشاكَ، وتبوَّأتَ من الجنةِ مَنْزِلاً
“Barangsiapa yang mengunjungi orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka malaikat berseru, ‘Berbahagialah kamu, berbahagialah dengan perjalananmu, dan kamu telah mendapatkan salah satu tempat di surga.” (HR. At-Tirmidzi)
  1. Bersaudara karena Allah adalah amal mulia dan mendekatkan diri kepada Allah.
وقد سُئل النبي صلى الله عليه وسلم عن أفضل الإيمان، فقال: “أن تحب لله وتبغض لله…”. قيل: وماذا يا رسول الله؟ فقال: “وأن تحب للناس ما تحب لنفسك، وتكره لهم ما تكره لنفسك
Rasul pernah ditanya tentang derajat iman yang paling tinggi, beliau bersabda, “…Hendaklah kamu mencinta dan membenci karena Allah…” Kemudian Rasul ditanya lagi, “Selain itu apa wahai Rasulullah?” Rasul menjawab, “Hendaklah kamu mencintai orang lain sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri, dan hendaklah kamu membenci bagi orang lain sebagaimana kamu membenci bagi dirimu sendiri.” (HR. Imam Al-Munziri)
  1. Diampuni dosanya oleh Allah. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda,
إذا التقى المسلمان فتصافحا، غابت ذنوبهم من بين أيديهما كما تَسَاقَطُ عن الشجرة
“Jika dua orang Muslim bertemu dan kemudian mereka saling berjabat tangan, maka dosa-dosa mereka hilang dari kedua tangan mereka, bagai berjatuhan dari pohon.”
Persaudaraan yang terjaga dengan tali Allah merupakan kenikmatan yang diberikan Allah atas jamaah Muslimah; yaitu nikmat yang diberikan bagi mereka yang dicintai dan dikehendaki Allah dari hamba-hamba-Nya. Hal ini mengingatkan kepada kita akan nikmat yang begitu besar, dan mengingatkan kita bagaimana kita sebelumnya dalam keadaan jahiliyah dan saling bermusuhan.
Dua Telaga {Prolog untuk Dalam Dekapan Ukhuwah}
Tidak ada seorang pun yang tidak memiliki permusuhan antara kaum Aus dan Khazraj di kota Madinah sebelum Islam. Namun setelah masuk Islam, Allah menyatukan hati di antara mereka. Tidak ada solusi sedikit pun kecuali Islam yang dapat menyatukan hati yang beragam bentuknya, tidak ada yang terjadi kecuali karena tali Allah yang dapat menyatukan mereka menjadi saudara, dan tidak mungkin hati-hati itu akan bersatu kecuali karena ukhuwah fillah.*/Nurlaillah Sari Amallah Mujahidah. di nukil dari hidayatullah.com

Rabu, 06 Maret 2019

GEBYAR ANAK SOLEH

 GEBYAR ANAKSHOLEH

   Pendidikan merupakan salah satu faktor berkembangnya taraf pengetahuan dalam sebuah masyarakat,dengan demikan pendidikan harus menjadi aktifitas menyenangkan bagi siswa. Hal ini di karenakan siswa harus memiliki daya tangkap ilmu yang baik, cara belajar menyenangkan dan bahagia dalam menggapai masa depan.
    Pendidikan agama dan moral atau budi pekerti sebagai salah satu garda terdepan dalam membina dan menyelaraskan pendidikan berbasis imtaq tentunya sangat menjadi prioritas sentral, tidak dapat
dipungkiri bahwa pendidikan agama lah yang menjadi cikal bakal terciptanya masyarakat yang berakhlakul Karimah, sebagaimana moto kota Tangerang.
    Dengan semangat dan tujuan yg mulia, KKG PAI PERIUK kota Tangerang pada tanggal 30 November 2018 lalu, telah sukses mengadakan acara GEBYAR ANAK SOLEH, yang diadakan di SDN PERIUK JAYA. Pada kesempatan itu pula hadir KETUA UPTD Drs. Epi Sumarna, MPd, Pengawas PAI, A, Saechoni,M.Pd,
Pengwas SD Drs. Agus Sobari MPd, Para Kepala Sekolah
Yang sekaligus menyerahkan piala bergilir kepada ketua KKG PAI PERIUK Lili Jajuli, S.Pdi.
    Sebagaimana di sampaikan ketua panitia pelaksana Pahmi, S.Pdi kepada "Aboe Azka"
(admin .red), " bahwa kesuksesan acara ini tak lepas dari kerjasama tim, yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu, pokonya moto kami adalah PERIUK BHISA, jadi selama kita mau bekerjasama dengan baik dan ikhlas, insya Allah hasilnya pasti BHISA" , demikian ungkapnya.
     Kegiatan semacan ini akan menjadi  agenda tetap bagi KKG PAI PERIUK sebagai sebuah kegiatan yang diharapkan dapat menumbuh kembangkan kreatifitas,kecintaan dan kebanggaan sebagaiseorang muslim yang berwawasan luas
     

Minggu, 03 Maret 2019

4 Perkara Yang Wajib Dipelajari

Setiap muslim pasti menginginkan kebahagian di dunia dan akhirat, kebahagian itu tidak bisa diraih dengan berangan-angan tetapi dengan usaha dan do'a.

Kebahagian tersebut diraih dengan mempelajari empat perkara yang merupakan kewajiban setiap individu muslim dan mengamalkannya dalam kehidupan.

Pertama: ilmu yang mencakup tiga perkara; (1) Mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala,

(2) Mengenal Rasulullah 

(3) Mengenal agama Islam, semua hal itu berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah.

Kedua: Mengamalkan ilmu yang telah dipelajari, karena ilmu dituntut untuk diamalkan bukan untuk memperbanyak pengetahuan.

Ketiga: Mengajak kepada kebenaran yang telah dipelajari dan diamalkan.

Keempat: Bersabar menghadapi cobaan dalam mengajak kepada kebaikan.

Inilah empat karakter/sifat orang orang yang beruntung dunia dan akhirat, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah ta'ala dalam surat Al-'Ashr.

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

(1) Demi masa (2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, (3) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati dengan kebenaran dan nasehat menasehati dengan kesabaran. (Al-Ashr: 1-3)


Dengan ilmu yang benar yang membuahkan iman dan keyakinan kemudian amal sholeh yang ikhlas dan berlandaskan sunnah, seseorang telah menyerpurnakan dirinya. Dan dengan mengajak kepada kebaikan dan sabar dalam menghadapi cobaan maka dia telah menyempurnakan diri saudaranya, karena orang yang mulia adalah orang yang baik dirinya dan berbuat baik kepada orang lain.

Maka pantas Imam Syafi'I rahimahullahmengomentari ayat di atas dengan perkataannya: "Seandainya Allah tidak turunkan hujjah atas hamba-Nya kecuali surat ini, sungguh telah cukup bagi mereka".

Maksudnya: Barangsiapa yang merenungi surat Al-'Ashr dan memahami kandungannya sungguh telah cukup baginya sebagai motivator untuk menyelamatkan dirinya dari kerugian dan kesengsaraan, Wallahu a'lam.

Disadur dari kitab : Ushuul Ats-Tsalatsah – Syaikh Muhammad Bin Sulaiman At-Taimy.

Penulis: Ust. Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.


Sabtu, 02 Maret 2019

Uji kompetensi di SMKN 1 KOTA TANGERANG




Kegiatan uji kompetensi yang di adakan di SMKN 1 Kota Tangerang pada 2 Maret 2019 kemarin diikuti tak kurang dari 700 orang guru agama sebagai kota Tangerang, termasuk didalamnya juga KKG PAI PERIUK KOTA TANGERANG.
Sebagaimana dikutip dari pernyataan "Lili " selaku ketua KKG PAI Periuk, bahwa kegiatan yg dilaksanakan ini merupakan kegiatan rutin yg dilakukan KEMENAG, sebagai acuan dan peningkatan kompetensi guru khususnya guru Agama, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat menjadikan peningkatan mutu pendidikan Agamadi lingkungan sekolah.
Semangat yang tak padam ditunjukan oleh guru-guru PAI, untuk meraih predikat guru berkompetensi dan amanah, semoga KKG PAI selalu diberikan kemudahan Amiiiiin

Pendahuluan

KKG PAI SD  PERIUK
 KKG PAI PERIUK, merupakan salah bagian dari kelompok guru agama kecamatan PERIUK Kota tangerang, yang ingin mengembangkan, memfasilitasi dan meejawantahkan seluruh kemampuan serta keilmuannya untuk mendidik siswa dan siswi di SD khususnya di kecamatan PERIUK agar menjadi manusia yang berakhlak Karimah dan berpotensi bagi kelangsungan agama Islam di indonesia